Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • Inspektorat Kota Kendari
blog-img-10

Posted by : Admin Irban 2

Tingkatkan Pemahaman Manajemen Risiko, Auditor Inspektorat Kota Kendari Ikuti Diklat Manajemen Risiko Sektor Publik

Sahabat IKK, 

Dalam upaya menyebarluaskan kemampuan auditor untuk mendeteksi dini risiko pemerintah daerah dan memberi nilai tambah melalui penerapan manajemen risiko tingkat pemerintah daerah dan unit pelaksana di tingkat organisasi perangkat daerah, BPKP melaksanakan pelatihan teknis manajemen risiko sektor publik pada tanggal 21 s.d. 25 November 2022, di SwissBel Hotel Kendari, diikuti 32 peserta yang berasal dari dari 13 pemerintah kabupaten, 2 pemerintah kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, termasuk Inspektorat Kota Kendari yang mengirimkan 2 auditor untuk mengikuti pelatihan teknis ini.

Plt. Kepala BPKP Perwakilan Sulawesi Tenggara, Wahyu Hartono saat pembukaan kegiatan menyampaikan bahwa manajemen risiko sektor publik ditujukan bagi pemerintah daerah yang orientasinya pelayanan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dengan mengurangi kemungkinan kegagalan dan mengurangi dampak pencapaian tujuan tersebut yang dilakukan di tataran kepala derah, unit OPD, dan operasional kegiatan. Munculnya risiko akan mengganggu pencapaian tujuan organisasi, sehingga penerapan manajemen risiko merupakan hal yang mutlak untuk dapat mengantisipasi kemungkinan kejadian di masa yang akan datang. Identifikasi dan penilaian risiko secara tepat menghasilkan pengelolaan risiko yang tepat, demikian pula sebaliknya.

"Kepala daerah, kepala OPD dan pejabat lingkup suatu pemerintah daerah yang paham bahwa ada risiko yang dapat menggagalkan pencapaian tujuan mereka dalam menjalankan roda pemerintahan dan sejahterakan masyarakat, pasti akan melakukan upaya penerapan manajemen risiko secara memadai ditempatnya, disusun sejak RKA tahun berikut ditetapkan untuk mengantisipasi risiko ditahun berikutnya. Inspektorat menyusun PPBR dan PKPT tahun berikut dengan daftar risiko dan pengendalian yang disusun OPD tersebut, untuk melihat jenis pengawasan apa yang tepat dilakukan untuk melihat pelaksanaan program dan kegiatan di OPD dan pelaksanaan RPJMD kepala daerah untuk sejahterakan masyarakatnya. Jangan tidak konek, inspektorat susun PKPT tahun depan, bukan dari daftar risiko tahun depan yang disusun OPD, nanti ada program yang tidak dilaksanakan lagi, tidak ada biayanya, bukan merupakan risiko tinggi, malah di audit. Ini penting dicatat inspektorat, jangan mengada-ada susun PKPT", tutup Wahyu Hartono.

Para pengajar dalam pelatihan teknis manajemen risiko sektor publik ini antara lain, Wahyu Hartono, Muhammad Arief Sagita, Sarah Tabitha Djianzonie, yang berasal dari BPKP Perwakilan Sulawesi Tenggara, yang memiliki kualifikasi memegang sertifikat risk management, dengan materi pelatihan antara lain teknik penilaian risiko, komunikasi manajemen risiko sektor publik, penetapan konteks, identifikasi risiko, analisis risiko sektor publik, evaluasi risiko, penanganan risiko, serta monitoring, reviu, dan pelaporan atas manajemen risiko sektor publik yang dilakukan. 

Dalam pelatihan ini juga diajarkan cara menghitung risiko untuk expected value dengan menghitung mean, median, modus, untuk risiko  unexpected value dengan menghitung value at risk (VaR), untuk risiko approximated value dengan cara expert opinion, consensus, dan delphi, menilai kemungkinan dengan distribusi normal, distribusi poison, distribusi binomial, dan metode approximated, serta menghitung cost benefit analysis (CBA), termasuk pemberian tugas dan diskusi kelompok membahas implementasi materi.

Pelatihan ditutup pada tanggal 25 November 2022 oleh Wahyu Hartono, mewakili Kepala Perwakilan BPKP Sulawesi Tenggara yang menitipkan pesan bahwa untuk mengukur tingkatan kompeten mengikuti pelatihan teknis, hanya 10% yang didapatkan di kelas, sisanya 20% dilakukan ditempat kerja, dan 70% adalah pengalaman-pengalaman saat mengimplementasikan ilmu yang didapat dikelas dan ditempat kerja tersebut di masyarakat, di OPD yang dibina dan lingkup pemerintah daerah masing-masing.