Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • Inspektorat Kota Kendari
blog-img-10

Posted by : admin_sekretariat

Pemerintah Kota Kendari Gelar Rakor MCP Tahun 2022

Sahabat IKK, Pemerintah Kota Kendari gelar rapat koordinasi pencapaian target Monitoring Center for Prevention (MCP) pada tujuh area intervensi, berlangsung di Media Center Rujab Wali Kota Kendari, Kamis (14/04/2022)

Pembahasan yg dilakukan fokus pada tujuh area intervensi tersebut meliputi perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, perizinan, pengawasan APIP, manajemen ASN, optimalisasi pajak daerah, dan manajemen aset daerah.

Rakor ini dipimpin langsung oleh Bapak Wali Kota Kendari berserta Plh. Sekretaris Daerah dan didampingi oleh Inspektur Kota Kendari.

Walikota Kendari, H. Sulkarnain K, S.E., M.E., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi kita untuk terus memenuhi berbagai indikator yang menjadi ukuran dari MCP kita dari tahun ke tahun

“Sebagaimana yang kita tahu bahwa ada tujuh area intervensi yang menjadi tanggungjawab kita di Pemerintah Kota Kendari. Jika melihat progres capaian kita sejak tahun 2018 hingga 2021 cukup menggembirakan dari yang zona merah, kemudian kuning dan kita bisa mencapai angka 91,71 persen,” jelasnya.

Lebih lajut, beliau juga menyampaikan terimakasih atas penjelasan baik Inspektorat maupun masing-masing OPD yang terkait langsung dengan indikator-indikator yang disyaratkan oleh korsupgah dalam hal ini sebagai Tim verifikator untuk memastikan, apakah yang kita kerjakan telah sesuai dengan standar yang diharapkan,” terangnya

“Ada beberapa hal yang ingin saya tegaskan sekaligus menjadi perhatian untuk kita semua terkhusus dalam memenuhi berbagai indikator ditahun 2022 ini, bahwa mari kita pandang MCP ini sebagai tools buat kita, karena ini menjadi panduan buat kita untuk bisa bekerja memenuhi standar profesionalisme. Karna saya tidak ingin kita menjadikan MCP hanya sebagai penggugur kewajiban.

Kita harus mengetahui substansi dan filosofinya, kenapa MCP ini hadir, karena jika kita tidak memahami filosofi dan substansi dari setiap indikator, maka nanti kita akan terjebak pada administratif saja,” tegasnya.

Mari kita pandang MCP ini sebagai tools, alat untuk membantu kita mencapai esensi dari tugas dan fungsi kita masing-masing. Dengan adanya MCP ini kita dibantu untuk membaca, menerjemahkan dan terarah tugas-tugas kita serta akan muncul ide dan gagasan baru.

Wali Kota Kendari berharap Inspektur dan jajaran nanti, MCP ini di integrasikan dengan yang lain, semua lembaga-lembaga pengawas rujukannya sama hanya saja masing-masing memiliki konsentrasi. Kalau KPK konsentrasi di pencegahan dan pengawasan korupsi, BPKP fokus pada pertanggungjawaban keuangan, dan Ombudsman fokus dengan pelayanan publiknya, tetapi rumpun pengawasannya itu sama, sehingga teman-teman bekerjanya mudah dan tidak parsial, agar diintegrasikan semua,” harapnya.

Sementara itu, Inspektur Kota Kendari, Syarifuddin, S.E., Ak., M.S.A., CGAA, CGCAE, dalam paparannya menjelaskan pemenuhan capaian MCP pada tujuh area intervensi yang terdiri dari 33 Indikator dan 80 sub indikator.

“MCP Tahun ini sedikit berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, akan dikelola secara bersama, Selama ini hanya KPK yang melaksanakan verifikasi, di tahun ini melibatkan BPKP dan Kemeterian Dalam Negeri, selanjutnya sama seperti tahun lalu, tahun ini tetap pada tujuh area intervensi seperti perencanaan penganggaran, perizinan, pengadaan barang dan jasa, APIP, manajemen ASN, Barang Milik Daerah,” jelasnya.

“Syarifuddin berharap semua Kepala OPD yang terkait dalam MCP ini, agar lebih fokus mengawal pemenuhan indikator tersebut, sehingga nantinya capian MCP Pemerintah Kota Kendari sesuai yang diharapkan dan jauh lebih baik dari tahun sebelumnya, harapannya.

Kegiatan Rakor ini dihadiri oleh Kepala Bappeda, Kepala BKAD, Kepala DPMPTSP, Kepala BKPSDM, Kepala DPKPP, Kepala Bapenda, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, dan Para Sekretaris serta admin MCP.