Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • Inspektorat Kota Kendari
blog-img-10

Posted by : Admin Irban 2

PAKSI Dikukuhkan, Sultra Perkuat Benteng Penjaga Daerah Dari Perilaku Korupsi

Sahabat IKK,

Bertempat di Hotel Claro Kendari, dirangkaikan dengan kegiatan rapat koordinasi program pemberantasan korupsi terintegrasi Sulawesi Tenggara, juga dilaksanakan pengukuhan forum penyuluh antikorupsi (Paksi) Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Rabu, 23 Maret 2022, oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Dr. H. Lukman Abunawas, S.H., M.H., M.Si., disaksikan oleh pimpinan KPK, Nawawi Pomolango, S.H., M.H, bupati/walikota lingkup kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara, Kepala Perwakilan BPKP Sulawesi Tenggara, dan para sekretaris daerah se-Sulawesi Tenggara, yang didahului dengan pembacaan kata-kata pengukuhan.

Forum penyuluh antikorupsi merupakan organisasi berkumpulnya para pegiat antikorupsi dari berbagai elemen masyarakat, tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia yang memiliki peran strategis dalam memberikan penerangan dan menggerakkan masyarakat untuk mencegah korupsi dengan mengembangkan budaya antikorupsi, sehingga visi Indonesia bebas dari korupsi tahun 2045 dapat dicapai.

Selain itu para penyuluh antikorupsi dapat memberi manfaat bagi setiap pemangku kepentingan, kepala OPD, bidang usaha, termasuk kepala daerah, yang membantu kepala daerah memberikan edukasi di tiap unit satuan kerja, termasuk satuan kerja pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga ke lingkup kecamatan, kelurahan/desa di kabupaten/kota, untuk menciptakan iklim usaha, iklim kerja dan melayani dengan etos kerja tinggi yang mengedepankan integritas dan perilaku antikorupsi dalam bekerja, sehingga membantu akselerasi dan kemajuan daerah.

Forum penyuluh antikorupsi Sulawesi Tenggara saat ini menghimpun sembilan orang penyuluh antikorupsi yang lazim disapa dengan sebutan master, antara lain Master Syarifuddin S.E., Ak., M.S.A., CGAA, CGCAE, dari Inspektorat Kota Kendari sebagai ketua, Master Muhamad Abas, M.Si., dari Universitas Halu Oleo sebagai wakil ketua, Master Muh. Sophian M, S.T., M.P.W., dari Inspektorat Kota Kendari sebagai Sekretaris, dan Master Tini Kaimudin, S.Pd., M.Sc., dari MAN Insan Cendekia Kendari sebagai bendahara.

Forum penyuluh antikorupsi Sulawesi Tenggara juga memiliki para koordinator wilayah sebagai representasi perwakilan wilayah dikabupaten/kota di Sulawesi Tenggara dalam pelaksanaan penyuluhan antikorupsi, antara lain Master Andi Agus Zakaria, S.E., dari Inspektorat Kabupaten Kolaka Utara untuk wilayah Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara dan Kolaka Timur, Master Muh. Ikbal Safwan, S.H., M.H., dari Inspektorat Kabupaten Bombana untuk wilayah Kabupaten Bombana, Kota Bau-Bau, Kabupaten Buton dan Buton Selatan, Master Bertua Sitorus, S.E., untuk wilayah Kota Kendari, Kabupaten Muna, Muna Barat, dan Buton Tengah, Master Irwan Doko, S.Si., M.M., CNICP, CETP, untuk wilayah Kabupaten Konawe Utara, Konawe, dan Konawe Selatan, serta Master Andre Eka Andriawan, S.I.P., untuk wilayah Kabupaten Konawe Kepulauan, Buton Utara, dan Wakatobi.

Setelah mengikuti prosesi pengukuhan forum Paksi Sulawesi Tenggara di Hotel Claro, para penyuluh antikorupsi menyelenggarakan rapat koordinasi program kerja dan penguatan kelembagaan di Aula Integritas, Inspektorat Kota Kendari, yang turut dihadiri oleh wakil manajer bidang sertifikasi dan pemberdayaan LSP KPK RI, Master Hadi Gunawan Siahaan dan tenaga ahli LSP KPK RI, Master M. Sahlan Ramadhan, fungsional pada direktorat peran serta masyarakat KPK RI, Master Dion Hardika dan Master Bunga A.S. Abadiah, serta perwakilan dari BPSDM Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamal N. Sidik.

Kegiatan dimulai pukul 13.15 Wita diawali sambutan ketua forum Paksi Sulawesi Tenggara, Master Syarifuddin, yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada LSP KPK RI dan direktorat peran serta masyarakat atas dukungan kepada forum Paksi Sulawesi Tenggara hingga akhirnya dapat dikukuhkan secara resmi, dan menjadi bagian dari forum penyuluh antikorupsi di 34 provinsi seluruh Indonesia, pun termasuk bagian dari forum penyuluh antikorupsi kementerian dan lembaga pemerintah. Forum penyuluh antikorupsi berkhidmat untuk meningkatkan jumlah penyuluh antikorupsi sampai dengan tahun 2025 dan melahirkan tunas-tunas antikorupsi di unit kerja pemerintah daerah, organisasi, komunitas, meningkatkan jejaring komunikasi dengan seluruh pihak untuk bersama-sama bergerak maju mencapai visi Indonesia yang bebas dari korupsi.

Selanjutnya berturut-turut disampaikan arahan penguatan kelembagaan forum Paksi Sulawesi Tenggara oleh Master Hadi Gunawan, penyampaian bahan bimbingan teknis pemberdayaan komunitas antikorupsi di Sulawesi Tenggara oleh Master Dion, dan penyampaian dukungan dari BPSDM Provinsi Sulawesi Tenggara untuk berkolaborasi dengan Forum Paksi Sulawesi Tenggara dalam penyelenggaraan kegiatan diklat sertifikasi penyuluh antikorupsi dan insersi penyuluhan antikorupsi di materi akuntabel pada penyelenggaraan diklatsar CPNS Sulawesi Tenggara.

Bagian akhir kegiatan rapat koordinasi program kerja dan penguatan kelembagaan forum Paksi Sulawesi Tenggara diisi dengan diskusi dan penyampaian program kerja yang spesifik dan terkuantifikasi, diantaranya oleh wakil ketua, Master Abas yang menyampaikan rencana kegiatan Paksi Sulawesi Tenggara tahun 2022 melalui kolaborasi dengan mitra strategis diantaranya LSP KPK RI, direktorat pemberdayaan masyarakat KPK RI, dan pihak kampus di Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari upaya pencegahan korupsi dan edukasi ke masyarakat, juga disampaikan harapan dari Master Tini agar dapat dilaksanakan sosialisasi antikorupsi ke sekolah, madrasah, baik secara daring maupun luring untuk mewujudkan generasi muda berintegritas.

Master Andi Agus Zakaria dalam diskusi menyampaikan bahwa para fungsional APIP di beberapa inspektorat se Sulawesi Tenggara sangat berminat untuk dapat menjadi penyuluh antikorupsi, sehingga forum Paksi Sulawesi tenggara perlu menetapkan rencana kerja yang konkret dan mengikuti jadwal dari ACLC KPK dalam memfasilitasi para fungsional APIP yang ingin menjadi penyuluh antikorupsi. Masukan juga datang dari Master Bertua yang mengharapkan forum Paksi Sulawesi Tenggara memiliki target, baik target jumlah penyuluh antikorupsi, target kampanye dan sosialisasi, termasuk membentuk media sosial sebagai sarana penyampaian kegiatan-kegiatan Paksi Sulawesi Tenggara melalui saluran ‘youtube’, ‘instagram’, dan ‘facebook’, termasuk melakukan diskusi dengan masyarakat melalui saluran ‘podcast’.

Apa kabar Master? Master siap beraksi, jujur, kompeten, berdaya!