Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • Inspektorat Kota Kendari
blog-img-10

Posted by : Admin Irban 2

Makin Berbobot, E-Proksi Hadirkan Menu Baru 'Pengendalian Gratifikasi'!

Sahabat IKK,

Aplikasi e-Proksi yang diinisiasi oleh Inspektur Kota Kendari, yang awalnya merupakan proyek perubahan pejabat administrator Inspektorat Kota Kendari untuk meningkatkan pelayanan kepada stakeholder dan pengguna layanan lingkup Pemerintah Kota Kendari terus dikembangkan oleh tim e-Gov Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari.

Salah satu menu baru yang dikembangkan di aplikasi e-Proksi adalah 'Pengendalian Gratifikasi', yang berisi pernyataan ASN Kota Kendari terhadap penerimaan/penolakan gratifikasi yang akan dilakukan secara periodik setiap bulan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari, Drs. Fadlil Suparman menyampaikan bahwa menu 'Pengendalian Gratifikasi' di aplikasi nantinya akan terdiri atas 'pernyataan tidak pernah menerima gratifikasi', 'pernyataan pernah menolak pemberian gratifikasi', dan 'pernyataan pernah menerima gratifkasi', dimana ASN Kota Kendari akan diminta untuk memasukkan NIP terlebih dahulu sebagai bagian dari otorisasi pengguna.

Inspektur Kota Kendari, Syarifuddin, SE., Ak., MSA, CGAA, CGCAE, menyampaikan bahwa DNA e-Proksi sejak awal adalah aplikasi yang berfokus pada pencegahan korupsi, dan salah satu item yang ditambahkan di menu e-Proksi adalah menu 'Pengendalian Gratifikasi', yang nantinya setiap ASN Pemerintah Kota Kendari wajib melaporkan penerimaan/penolakan gratifikasinya secara periodik setiap bulan dan menjadi syarat dari pemberian TPPNS.

"Tujuannya adalah setiap ASN sadar untuk melaporkan jika ada penerimaan/penolakan gratifikasi setiap bulannya, muaranya adalah bingkai besar kesadaran pencegahan korupsi yang terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Kendari. InsyaAllah dalam waktu dekat akan segera diluncurkan secara resmi", ungkap Inspektur Kota Kendari yang juga Ketua Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) Kota Kendari ini.

Sekretaris UPG Kota Kendari, Muhammad Yusuf Jato, SIP, M.Si, CGAA, menyampaikan bahwa laporan ASN yang masuk akan direkapitulasi oleh admin UPG dan diklasifikasikan, dan keluarannya berupa cetak surat pernyataan setiap ASN. Jika ada ASN yang sadar menyampaikan telah menerima gratifikasi di bulan tertentu, maka diharapkan untuk menghubungi UPG Kota Kendari untuk dicatat dan dilaporkan ke aplikasi golKPK. Kesadaran melaporkan ini baik, karena berdasarkan ketentuan perundang-undangan, jika tak melaporkan dalam 30 hari akan dianggap sebagai suap yang memiliki konsekuensi hukum terhadap ASN tersebut jika ditemukan oleh APH maupun KPK RI dikemudian hari. Namun jika dilaporkan, justru pegawai tersebut dianggap memiliki kesadaran dan peduli.

Dengan masuknya menu pengendalian gratifikasi di aplikasi e-Proksi, aksesibilitas pada aplikasi tersebut makin tinggi, kesadaran ASN Kota Kendari untuk peduli melaporkan penerimaan/penolakan gratifikasi secara tertib setiap bulan makin baik, yang pada akhirnya meningkatkan semangat berintegritas dalam bekerja untuk jujur dan transparan serta memiliki kesadaran untuk menyampaikan penerimaan-penerimaan yang berhubungan dengan tugas dan berlawanan dengan jabatan seorang ASN.