Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • Inspektorat Kota Kendari
blog-img-10

Posted by : Admin Irban 2

LITERASIANTIKORUPSI: #1 Dampak Sosial dan Kemiskinan Akibat Korupsi

Korupsi adalah tindakan menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi dan digunakan sebagai upaya memperkaya diri sendiri, keluarga, korporasi. Korupsi berdampak negatif pada kehidupan masyarakat sekitar dan berbagai sektor pembangunan, salah satunya dampak sosial ekonomi.

Praktek korupsi menciptakan ekonomi biaya tinggi yang membebankan pelaku ekonomi. Kondisi ekonomi biaya tinggi ini berimbas pada mahalnya harga jasa dan pelayanan publik karena harga yang ditetapkan harus dapat menutupi kerugian pelaku ekonomi akibat besarnya modal yang dilakukan karena penyelewengan yang mengarah ke tindak korupsi.

Beberapa dampak sosial yang ditimbulkan antara lain:

1. Mahalnya harga jasa dan pelayanan publik, menciptakan ekonomi biaya tinggi, sehingga harga jasa dan pelayanan publik menjadi sangat mahal.

2. Pengentasan kemiskinan berjalan lambat, masyarakat sulit mendapatkan akses ke lapangan kerja karena keterbatasan latarbelakang pendidikan yang rendah akibat mahalnya pendidikan dan akses pendidikan yang dapat diberikan untuk murah dan gratis menjadi sulit.

3. Terbatasnya akses bagi masyarakat miskin, rakyat miskin lebih mendahulukan kebutuhan pokok ketimbang pendidikan, kesehatan, rumah layak huni dan akses mendapatkan pekerjaan, sehingga lingkaran "setan" kemiskinan terus terjadi turun temurun.

4. Meningkatnya kriminalitas, ketika korupsi meningkat, disparitas antara yang kaya dan miskin menjadi lebar, dan kepercayaan masyarakat pada penegakan hukum menjadi kurang.

5. Solidaritas sosial menjadi langka, ketidakjelasan akan masa depan menyebabkan sifat gotong royong dan kerja sama menjadi hilang.

6. Demoralisasi, masyarakat menjadi semakin individualis, mementingkan individu dan keluarganya saja dan kepercayaan kepada pemerintah menjadi hilang.

7. Kurangnya fasilitas yang diterima oleh masyarakat, utamanya sektor pelayanan dasar yaitu pendidikan dan kesehatan, karena disparitas biaya yang harus dibayar oleh setiap orang atau keluarga untuk mengakses pendidikan dan kesehatan sangat besar, sementara kemampuan pemerintah untuk melakukan subsidi kurang, karena tidak/kurang memiliki anggaran untuk subsidi.

Strategi pencegahan korupsi dapat dimulai dari upaya sosialisasi dan pemberitahuan kepada penyelenggara negara, PNS dan masyarakat bahwa korupsi, meskipun kecil, bukan hal yang sifatnya permisif atau ditoleransi. Jika dalam agama, bahkan perbuatan sekecil apapapun misalnya mencuri, maka harus dihukum dengan potong tangan, maka perilaku koruptif juga seharusnya tidak dapat ditolerir, karena merusak sendi-sendi kehidupan sosial dan berpotensi menyebabkan kemiskinan.

Setiap dari kita bisa berkontribusi terhadap perbaikan ekonomi di daerah, bahkan negara kita, dengan mulai bertindak untuk tidak melakukan hal-hal yang sifatnya korupsi bahkan dari hal-hal paling kecil dan dasar. PNS masuk kerja tepat waktu, atau tidak menerima ucapan terimakasih yang dapat bertentangan dengan jabatan dan tugasnya. Atau masyarakat yang berhenti memberi ucapan terimakasih dalam bentuk apapun kepada PNS/pegawai disektor pelayanan, karena PNS tersebut sebenarnya telah mendapat gaji dan tunjangan atas tugas pokoknya untuk melayani masyarakat. Atau orangtua murid yang tidak memberi hadiah kepada guru/kepala sekolah, hanya demi harapan mendapatkan privilege/perhatian khusus kepada anaknya disekolah. Kita semua bisa berkontribusi untuk perbaikan negeri menjadi lebih baik disektor sosial. Yuk, bergerak untuk berubah :)

bahan bacaan: https://aclc.kpk.go.id/materi/bahaya-dan-dampak-korupsi/infografis/dampak-korupsi-terhadap-sosial-dan-kemiskinan

sumber gambar: watyutink.com

(Sophian)