Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • Inspektorat Kota Kendari
blog-img-10

Posted by : Irban III

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Bersama Inspektur Kota Kendari Menjadi Pembicara dalam Acara Bincang Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik dan Dokumen Lembaga

Sahabat IKK, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Prof. E. Aminuddin Aziz, M.A., Ph.D., bersama Inspektur Kota Kendari, Syarifuddin, S.E., Ak., M.S.A., CGAA.,CGCAE., menjadi pembicara dalam dialog yang diselenggarakan salah satu media di Kota Kendari (senin, 28 Maret 2022). Acara itu mengambil tema Pembinaan Lembaga dalam Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik dan Dokumen Lembaga.

Aminuddin Aziz, dalam dialog itu menyampaikan penggunaan bahasa di ruang publik dan dokumen-dokumen negara oleh lembaga merupakan representasi dari lembaga itu sendiri. Beliau juga menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa bahasa yang digunakan konstruksinya harus benar, mudah dimengerti sehingga pesan dapat ditangkap oleh masyarakat dengan cepat.

Berkaitan dengan pendampingan terhadap lembaga dan instansi pemerintah dan swasta, pejabat struktural Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini mengatakan “Lembaga pemerintah, asosiasi profesi (pembina bahasa Indonesia, para guru) akan kami jadikan sebagai mitra kerja, termasuk di Kendari, kami bekerja sama dengan Inspektorat Kota Kendari”.

Inspektur Kota Kendari menyampaikan “Secara formal dan informal, kami siapkan perangkat-perangkat dan administrasinya. Kemudian, yang paling penting adalah implementasinya”. Ditambahkan oleh Inspektur, laporan menjadi media komunikasi dan informasi internal dan ekternal bagi Inspektorat Kota Kendari.

Acara dialog ini merupakan tindak lanjut pendampingan yang dilakukan oleh Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara terhadap Inspektorat Kota Kendari sebagai mitra dalam pengutamaan penggunaan bahasa negara di ruang publik dan dokumen lembaga. Inspektorat Kota Kendari diharapkan dapat menjadi contoh dalam hal penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar kepada organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. (Ra-3)