Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • Inspektorat Kota Kendari
blog-img-10

Posted by : admin_sekretariat

Inspektorat Menerima Tim Pemeriksa BPK dalam rangka Pemeriksaan Kinerja Vaksinasi

Sahabat IKK, Inspektur Kota Kendari, Syarifuddin, SE, Ak., MSA menyambut hangat kunjungan Tim Pemeriksa BPK-RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara yang berlangsung di Aula Integritas Inspektorat Kota Kendari, Jum’at (30/7/21). Turut mendampingi, Direktur RSUD, Sekretaris Dinas Kesehatan, Irban 1 Inspektorat Kota Kendari, beserta beberapa pejabat fungsional Auditor dan P2UPD.

Ketua Tim Audit BPK, Heru Setyawan, menjelaskan kehadiranya beserta Tim untuk melakukan pengumpulan data dan Informasi dalam rangka persiapan Pemeriksaan Kinerja Vaksinasi pada Pemerintah Kota Kendari tahun 2021 khususnya Dinas Kesehatan Kota Kendari.

"Sebagai data awal agar Dinas Kesehatan mempersiapkan data dimaksud. Diantaranya, Profil Dinas Kesehatan, Kompilasi Laporan Vaksinasi, Laporan Monitoring, Laporan KIPI, SK Tim Satgas Covid-19, SK Tim Vaksinasi, Laporan Vaksin Expired dan Vaksin yang rusak, serta SK Penunjukan Fasyankes pelaksana Vaksin gotong royong” Ungkap Setyawan.

Menyikapi hal dimaksud, Syarifuddin menjelaskan bahwa pelaksanaan vaksinasi leading sektornya ada pada Dinas Kesehatan Kota Kendari.

"Pada awal pelaksanaan vaksin, fokus sasaran pada Nakes, kemudian lansia, setelah itu petugas pelayan publik kemudian masyarakat umum lalu remaja, yang secara teknis dan operasional seluruhnya dikoordinir oleh Dinas Kesehatan," Terang Inspektur

Lebih lanjut Syarifuddin menjelaskan, awalnya posko hanya di Dinas Kesehatan dan RSUD Kota Kendari, selanjutnya diadakan di Taman Kota untuk lansia, kemudian seluruh Puskesmas dan sampai hari ini masih berjalan hingga sekarang semua terpusat di Dinas Kesehatan Kota Kendari yang berjumlah 4 posko.

"Selanjutnya, dari sisi penganggaran seluruh barang vaksinasi berasal dari Pemerintah Pusat, walaupun kemungkinan ada pengalokasian sebagian Dana Transfer ke Daerah setiap bulan bagi Pemerintah Daerah untuk mem-backup penganggaran vaksin dimaksud, namun kebenaran mengenai hal tersebut silahkan teman di BKAD nanti yang akan menjelaskan. Disamping itu berkaitan dengan anggaran operasional untuk pelaksanaan vaksinasi ini, Kami mengalokasikan dari anggaran BTT, Mekanismenya mereka mengusulkan kemudian kami reviu lalu BKAD melakukan pencairan," Jelas Inspektur.

"Sementara dari sisi pelaporan, setiap hari Dinas Kesehatan merilis perkembangan pelaksanaan vaksinasi. Adapun hambatan kendala saat ini masih ada beberapa masyarakat yang belum melakukan vaksin, tetapi sekarang sudah banyak yang mengantri tetapi stok vaksin yang terbatas. Pada saat ini difokuskan untuk pelaksanaan vaksin dosis kedua dan rencananya dijanji akan ada droping vaksin lagi di awal bulan agustus Tahun ini.”Lanjut Inspektur.

Kepala Dinas Kesehatan yang diwaliki oleh Sekretaris Dinas, drg. Hj. Fauziah K, M.Kes, menjelaskan, sampai dengan tanggal 29 Juli 2021 jumlah yang sudah divaksin sebanyak 80.669 orang atau sekitar 30,42%

"Adapun dosis kedua sebanyak 38.105 atau sekitar 14,37%, di awal pelaksanaanya kami mengalami kesulitan mendatangkan masyarakat untuk melakukan vaksin terutama yang lansia. Kami juga sudah berusaha mencari bagaimana jalan keluarnya agar dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, disamping itu puskesmas masih beroperasi untuk vaksinasi sejumlah 15 Puskesmas, kemudian layanan rumah sakit lainnya seperti RS. Bayangkara, RS. Ismoyo, RSUD Kota Kendari, sampai saat ini Vaksin masih terbatas, maka stok vaksin di beberapa Fasyankes sudah ditarik dan di pusatkan pada Dinas Kesehatan,"Ujarnya

"Kemudian untuk menunjang pelaporan, vaksinasi diolah secara online. Setiap hari selalu update informasi ke BPSDM Kemenkes dan juga hasil vaksin juga dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi Sultra." Tutupnya.

(TR).