Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • Inspektorat Kota Kendari
blog-img-10

Posted by : admin_sekretariat

BNN Kota Kendari melaksanakan Sosialisasi Bahaya “NARKOBA” di Kalangan ASN Inspektorat Kota Kendari.

Sahabat IKK, Pelaksanaan Sosialisasi dan Penyuluhan bahaya NARKOBA dan sekaligus tes urine dikalangan ASN Lingkup Inspektorat Kota Kendari yang dihadiri oleh Inspektur Kota Kendari, Kepala BNN Kota Kendari, Pejabat Struktural, Pejabat fungsional serta Staf Inspektorat Kota Kendari, berlangsung di Aula Integritas Inspektorat Kota Kendari, Kamis (2/9/2021).

Dalam sambutannya Inspektur, Syarifuddin, SE, Ak., MSA, menegaskan kepada seluruh ASN lingkup Kota Kendari untuk tidak terlibat baik sebagai pengguna maupun pengedar NARKOBA.

“Kegiatan ini bukan sekedar ceremonial semata, akan tetapi dapat di implementasikan baik di lingkungan kantor, keluarga maupun di lingkungan masyarakat, dampak yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan Narkoba adalah kejahatan luar biasa, yang harus dilawan dengan cara-cara yang luar biasa pula,”Jelas Inspektur.

Untuk membuktikan bahwa ASN Lingkup Inspektorat Kota Kendari bebas dari NARKOBA, Inspektur Kota Kendari memilih secara acak bawahannya untuk mengikuti tes urine.

Syarifuddin, juga berharap kepada Seluruh ASN Pemerintah Kota Kendari mampu bersinergi dengan BNN dalam rangka memberantas Narkoba, serta memberikan informasi terkait pengedar, pengguna maupun sebagai calo NARKOBA dalam Wilayah Kota Kendari.” Ungkapnya.

Tampil sebagai Narasumber, Kepala BNN Kota Kendari, Dra. Murniaty M, MPH., Apt, menjelaskan bahwa seluruh komponen masyarakat menjadi sasaran bagi bandar dan pengedar Narkoba, baik pelajar, mahasiswa sampai kepada Aparatur Sipil Negara (ASN). Narkoba sangat merusak otak sehingga akal tidak bisa berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya.

“Untuk Wilayah Kota Kendari terdapat 10 (Sepuluh) besar basis Kelurahan sesuai hasil olah data Tahun 2020, tingkat pengguna narkobanya sangat mengkhawatirkan yakni Kelurahan lahundape, kemaraya, sanua, baruga, kadia, punggaloba, sodohoa, bende, mandonga dan tobuha, sehingga diharapkan kepada seluruh masyarakat dan para orang tua untuk ekstra hati-hati dalam mendidik buah hati (anak anaknya), Indonesia Darurat Narkoba 40 hingga 50 orang tiap harinya meninggal atau sama dengan sekitar 15.000 setiap tahunnya menjadi korban, penyalahgunaan narkoba.” Tutur Murniaty M.