Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • Inspektorat Kota Kendari
blog-img-10

Posted by : admin_irves

Berantas Pungli, Tim Irban Investigasi Edukasi Tenaga Pendidik SDN 70 Kendari

Sahabat IKK, Inspektorat Kota Kendari melalui tim Irban Investigasi menggelar sosialisasi Saber Pungli dalam rangka mengedukasi tenaga pendidik di SDN 70 Kendari, Jum'at (2/09/2022).

Irban Investigasi, Mulyadi M., S.T., M.Si.,  menyampaikan kegiatan ini bagian dari tindak lanjut atas masalah yang telah terjadi di SDN 70 Kendari.

"Mungkin dari kita banyak yang belum paham apa itu pungli, suap, gratifikasi. Tanpa kita sadari hal-hal itu selama ini telah dilakukan, bahkan sudah menjadi kebiasaan." ujarnya.

Pungutan liar atau biasa dikenal dengan Pungli itu salah satu tindakan melawan hukum, telah diatur dalam UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pungli merupakah pengenaan biaya di tempat yang tidak seharusnya biaya dikenakan atau dipungut, tidak ada dasar aturannya.

"Melalui kesempatan ini, kami menghimbau kepada Bapak Ibu, janganlah kita mempertahankan budaya-budaya yang kini kita sudah tahu bahwa itu salah dan melanggar aturan. Dampak dari suap,  pungli dan gratifikasi itu sendiri sangat besar. Harapannya tidak ada lagi aduan masuk terkait suap pungli maupun gratifikasi." tegas Mulyadi.

Kepala SDN 70 Kendari, Minarsin, S.PdI. berterimakasih kepada tim yang telah meluangkan waktu menggelar sosialisasi di SDN 70 Kendari.

“Kami sangat berterimakasih kepada Inspektorat, yang telah melakukan pembinaan dan memberikan arahan kepada kami melalui sosialisasi ini. Terkait berita pungutan liar yang terjadi di SDN 70 Kendari, kami memohon maaf dan mudah-mudahan ke depan tidak akan terulang lagi," ujar Minarsin.

Mewakili Komite SDN 70 Kendari, Darwis, S.H., mengapresiasi sosialisasi dan berharap tim terus melakukan kegiatan seperti ini, tidak hanya kepada tenaga pendidik tapi juga ke masyarakat.

"Kegiatan ini sangat bernilai positif untuk para guru, sekiranya semuanya sudah paham tentang aturan-aturan dan apa itu suap, pungli, gratifikasi. Supaya ke depannya tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak dinginkan di lingkungan pendidikan. Sehingga tidak ada lagi alasan, bahwa itu semua dilakukan karena ketidaktahuan. Ataupun jika itu karena faktor budaya, mulai sekarang harus diubah karena itu melanggar aturan." pungkasnya.